Ikan Bawal Air Tawar

secara sekilas ikan ini mirip dengan ikan piranha yang ada di sungai amazon brasil.Cara makan dan bentuknya pun sangat mirip.Ikan ini banyak dipelihara di KJA(keramba jaring apung) di sekitar maleber-ciputri cirata.Masa tanam ikan ini sangat singkat,yaitu hanya dengan waktu 45-60 hari ikan ini bisa dipanen dengan pakan sekitar 4-6 ton,dengan ratio hasil 75-80%.


Harga nya sangat pluktuatif setiap harinya,dan jarang yang memelihara di tempat lain sekitar cirata.Untuk jelas informasinya,kami memberikan bacaan yang mungkin bisa membantu....Baca Sekarang.
Di daerah kami yaitu babakan garut,tidak banyak yang ternak ikan ini,karena selain kadar air yang berbeda,juga ilmu yang diterima untuk ternak ini kurang,sehingga banyak yang rugi bila ternak ikan ini.

Bookmark and Share

Makan Siang atau Malam di Ikan Bakar Kake Ciranjang

Grand opening tempat baru





Selamatan di tempat baru
Warung Ikan Bakar Kake Yang terletak di Jl.Raya bandung,tepatnya di daerah andir ciranjang,sekarang menjadi trend makanan di kecamatan ciranjang.Berbagai lapisan masyarakat menyukai ikan bakar yang disajikan secara tradisional serta khas dalam rasa.


Konsumen yang datang adalah dari berbagai kantor yang ada di daerah ciranjang,maklum daerah ini cukup berkembang sehingga banyak tempat usaha perbankan serta usaha jasa lainya yang tumbuh di daerah ini.
Warung ikan Bakar kakek ini ramai di kunjungi pembeli,antara jam 11 siang-19 sore.Ikan yang disajikan seperti yang dilakukan restoran besar,yang di siapkan selagi hidup dan segar.Jadi rasa yang dihasilkan sangat fresh atau segar tanpa bau amis dan tanah.

Jadi tidak salah,tempat ini menjadi tempat makan murah dan favorit di ciranjang.Dalam penyajiannya ikan di bakar belah tengah serta di hidangkan bersama sambal khas serta beda dengan tempat lain.
Harga yang ditawarkan adalah RP.25.000/kg untuk ikan nila merah atau hitam.Bayangkan perbedaan hargannya dengan tempat terkenal lainnya yang biasanya menjual rp.35.000/kg.

Memang tempatnya sederhana dan hanya menampung 30 orang,tapi pengunjung selalu berjubel untuk mendapatkan ikan yang segar;dan sekarang datang dari berbagai daerah untuk bisa menikmati makanan ini.Ikan bakar kakek sudah terkenal dari mulai bandung hingga jakarta.Penasaran? jangan dilewatkan bila perjalanan anda melewati ciranjang.
Untuk lebih nyaman,sebaiknya memesan makanan 15 menit sebelum datang ke tempat ikan bakar,karena waktu penyajian ikan sekitar 15 menit dan andapun tinggal menyantap ikan bakar setelah tiba di tempat.

Nah sekarang info ini mungkin bisa dijadikan pembangkit semangat untuk bisa mengembangkan prospek bisnia dari ikan, dan menjadi penghasilan tambahan untuk keluarga,bila dilakukan dengan cermat dan membaca peluang di daerah anda semua.

Bookmark and Share

Kondisi 3 Bendungan Citarum di Musim hujan Maret 2010





Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketahanan dan keselamatan tiga bendungan, yakni Saguling, Cirata dan Jatiluhur, dalam menampung air hujan yang belakangan ini intensitasnya sangat tinggi. Hal itu diungkapkan Kabid Rekayasa Teknik Dinas PSDA (Pusat Sumber Daya Air) Provinsi Jabar Suardi Natasaputra kepada "PRLM" di Bandung, Senin (22/3).
"Ketiga bendungan berada dalam kondisi yang baik. Saat ini air di ketiga bendungan memang meninggi karena curah hujan yang tinggi. Namun, itu tidak sampai meluber karena ada spillway yang melimpahkan air ke hilir," ujar Suardi menjelaskan. Spillway (bangunan pelimpah), tegasnya, merupakan komponen penting yang berperan dalam proses pelimpahan air.
Dia menuturkan, pendesainan awal bendungan sudah memperhitungkan semua kondisi, termasuk saat intensitas hujan tinggi. Dalam hal ini, lanjutnya, menerima limpahan air hujan yang besar, bangunan pelimpah pada tiap bendungan langsung melimpahkan air ke hilir, sehingga tidak meluap. Tambahan pula, kekuatan fisik ketiga bendungan cukup tangguh dalam merespons kondisi cuaca yang ada saat ini.
Untuk mencegah terjadinya kegagalan bangunan bendungan, maka PSDA bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan masyarakat pengguna air sangat peduli dengan kehandalan dan keselamatan bendungan. Oleh karena itu, untuk menghindarkan kerugian akibat bobolnya bendungan, pihaknya secara reguler melakukan pemantauan bendungan.
Sampai saat ini, berdasarkan data hasil pemantauan, kata Suardi, keadaan tiga bendungan tersebut berada dalam kondisi normal dan berfungsi dengan baik.
Hal yang dipantau, diantaranya: air waduk, getaran, kecepatan angin, suhu rembesan, air tanah, gerakan, pergeseran bendungan, dan curah hujan.
Dijelaskannya, secara konsep, bendungan direncanakan dan dibangun untuk mendapatkan tampungan air, yang dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti: irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan pengendalian banjir.
Untuk keperluan ini, ketahanan bangunan saat awal perancangan sudah diperhitungkan dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, dihubungi terpisah, pengamat lingkungan Sobirin yang juga Ketua Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) mengatakan, perancangan bendungan memang sudah didesain
sedemikian rupa, sehingga saat hujan besar turun, air yang ditampung oleh ketiga bendungan akan dialirkan ke hilir melalui bangunan pelimpah. Oleh karena itu, tinggi permukaan air pada bendungan akan selalu terjaga. "Bendungan dibangun dengan mengadaptasi sejumlah kondisi, seperti intensitas hujan yang tinggi," kata Sobirin.
Info PR.com

Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

“ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

Followers