Showing posts with label Nila Merah. Show all posts
Showing posts with label Nila Merah. Show all posts

Menekan Beban Produksi Budidaya Ikan Mas

Setelah lama berkecimpung menjadi sub agen pakan ikan di cirata,selain persaingan dengan pemodal besar,juga selalu memikirkan kenaikan harga pakan yang kalau dilihat setiap bulan selalu naik.Bahkan petani dan sub agen sudah merasakan jenuh serta menilik usaha lainnya sebagai tambahan untuk menopang modal yang pas pasan.

Berbagai cara dilakukan untuk mengembangkan peternakan dengan harga pakan selangit memang sangat sulit dilakukan,
Antisipasi yang harus dilakukan agar hasilnya cukup berhasil dan menekan beban produksi yang tinggi,kami memberikan informasi yang mungkin bisa diikuti olaeh setiap peternak ikan mas,antara lain:

  1. Untuk mengantisipasi kerugian di ikan mas,sebaiknya setiap kolam diisi dengan berbagai macam ikan lainnya,seperti: nila merah atau gurame.Kenapa ikan tersebut yang disarankan? karena selain ikan tersebut harganya bagus,pembudidayaan bersama ikan mas akan membuat ikan tersebut cepat tumbuh dan tidak terlalu memakan pakan ikan yang diberikan.
  2. cobalah memakai pakan ikan yang bermutu tinggi,dengan protein yang dapat terserap lebih banyak oleh ikan.Bisa saja jenis protein tinggi tapi daya serap ke ikan sedikit,itu akan membuat hasil yang kurang bagus dalam panennya
  3. perhatikan kondisi cuaca,karena cuaca sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pemakaian pakan,disarankan bilamana kondisi cuaca buruk,segeralah mengecek kondisi ikan,bila terlihat kurang nafsu makan,sebaiknya pengurangan pamberian pakan dilakukan,karena bila ikan tidak makan ,maka pakan akan terbuang ke dasar kolam,dan akan menjadi racun bagi kolam tersebut.
  4. konsultasi dengan TS dari berbagai produsen pakan untuk mengecek kadar oksigen di daerah anda,biasanya petugas produsen pakan akan mau bila kita meminta bantuan
  5. Cobalah memberikan vitamin tambahan seperti Vit C serbuk yang ada di toko/produsen pakan
  6. Untuk hasil terbaik dalam pertumbuhan ikan,sebaiknya lakukan tahapan pemberian pakan dari jenis pakan-2m ,karena sebagian produsen pakan memberikan vitamin untuk ikan baby sebagai tambahan daya tahan tubuh untuk cuaca Dll,hingga -3 untuk pembesaran.
Untuk sebagian petani yang kami lihat,bahwa sebagian pakan ikan dikurangi jumlah pemberiannya dari biasanya 5x per hari menjadi 2-3x per hari.

semoga informasi diatas bisa membantu menekan biaya produksi dan menghasilkan hasil maksimal dimanapun anda berada.
Apabila ada tambahan informasi dan pengalaman.kami sangat mengapresiasi bila kita saling berbagi di kotak komentar.


Cara Mudah Mengembang Biakan ikan Nila Hitam/Merah

Nila adalah jenis ikan yang sangat mudah dikembangkan dengan biaya yang sangat murah.
Di kolam kecil ataupun di kolam besar bisa dikembang biakan,caranya adalah:

***Pilihlah ikan nila hitam/merah yang ukurannya tidak terlalu besar,kira-kira ukuran sebesar cangkang rokok

***Ikan yang dipilih harus sehat dan mempunyai sisik lengkap

***lakukan pemilihan jantan dan betina dengan ratio 10:3(perbanyak jantan)

***Langsung tanam ikan di kolam yang digunakan dengan kedalaman air minimal 30cm

***Apabila di kolam darat biarkan ikan berkembang biak secara alami,dan lihatlah anak-anak nila dalam 1-2 minggu,berikan dedak halus untuk makanan ikan kecilnya

***Untuk di Kolam Apung,sediakan jaring ukuran 3/4 ukuran 1mx1m dengan lapisan bawahnya jenis jaring larva warna hijau

***Untuk KJA,sediakan saringan untuk mengambil ikan larva dan pisahkan dari induknya(sediakan jaring larva untuk anakan ukuran 1mx1m)

Catatan: 
  • Biarkan ikan indukan puasa/ngak diberkan makanan  selama belum keluar anak ikan
  • Untuk Nila merah pilihlah ikan indukan tanpa bercak(warna mulus) dan jangan disatukan dengan nila hitam,untuk hasil yang memuaskan
  • Ganti induk ikan setelah 3x beranak,tujuannya untuk memberikan benih baru  
  • Gunakan makanan ikan kecil seperti Hi-Provite yang banyak dijual di toko pertanian
  • Selamat Mencoba dan Sukses

Bookmark and Share

Nila Merah Semakin Bergairah

Majalah Trobos......Dalam sehari tak kurang dari 150 ton ikan nila merah masuk ke pasar Jakarta dan Bandung. Angka itu belum termasuk suplai untuk restoran-restoran di sepanjang jalur Puncak, Bogor. Pangsa pasarnya yang besar menyebabkan ikan dengan nama latin Oreochromis sp ini semakin digandrungi para pembudidaya. Tak hanya itu, bagi para mantan pembudidaya ikan mas kolam air deras di daerah Subang-Jawa Barat, nila merah dianggap sebagai ?dewa penolong?, lepas hancurnya kejayaan ikan mas akibat hantaman wabah KHV (Koi Herpes Virus). Pasca wabah, sebagian besar kolam air deras di Subang terbengkalai.
Para pemiliknya tak mau lagi memelihara ikan mas. Tapi kini lain cerita, budidaya di kolam-kolam itu telah bergairah kembali. Emma Dolly Raphen, Marketing Commercial Fish khusus ikan nila PT CP Prima menuturkan, dalam waktu 3 tahun pasca serangan KHV, sudah lebih dari 200 kolam air deras beroperasi kembali dengan budidaya ikan nila merah. Bisnis budidaya ini telah melibatkan tak kurang dari 40 orang pembudidaya. Imej Hampir Sama Gurame Penampilan fisiknya selintas mirip dengan ikan kakap merah. Menjadi sebab ia dipilih sebagai favorit para penikmat seafood, terutama di restoran-restoran elit kalangan menengah-atas.
Rasanya khas, membuat ia enak diolah dengan cara apapun. ?Imejnya sudah hampir sama dengan ikan gurame,? ujar Mamat Slamet, Deputy General Manager PT CP Prima. Satu yang menjadi kelebihan ikan nila merah jika dibandingkan dengan ikan gurame adalah harganya relatif lebih murah, sehingga lebih terjangkau oleh semua kalangan. Jadi tak heran, jika belakangan ikan yang mempunyai nama dagang tilapia ini juga semakin banyak ditawarkan di pasar-pasar swalayan. Di pasar-pasar modern itu, ikan nila merah biasa diperdagangkan dengan kisaran harga Rp 16.000 ? Rp 17.000 per kg, jauh di bawah harga ikan gurame yang lebih dari Rp 20.000/kg. Menurut Mamat, produktivitas ikan nila merah ini juga lebih tinggi dari ikan gurame, waktu pemeliharaannya jauh lebih singkat.
Selain itu, budidaya ikan nila merah ini juga relatif lebih aman, karena hampir tak ada penyakit yang dapat berujung pada kematian masal. Kolam Air Deras Lebih Unggul Sebenarnya, selain di kolam air deras, ikan jenis ini dibudidayakan juga di waduk-waduk. Tapi, menurut keterangan Emma, ikan nila merah yang dibudidayakan di kolam air deras memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan ikan nila merah hasil budidaya di waduk atau kolam tergenang. ?Ukurannya lebih besar, daging lebih kenyal dan enggak bau lumpur,? jelas Emma. Karena kelebihannya tersebut, ikan nila merah asal Subang ini lebih banyak merambah pasar-pasar swalayan dan restoran-restoran di Jakarta dan Bandung. ?Biasanya dikirim dalam keadaan hidup,? imbuh Emma. Soal harga, Mamat mengakui, ikan nila merah asal kolam air deras masih lebih mahal dibandingkan ikan nila merah asal waduk. ?Beda harga bisa sampai 15%,? ujar Mamat sambil menyebut harga nila merah kolam air deras di level pembudidaya saat ini mencapai Rp 11.000/kg. Ini karena ikan-ikan nila merah asal waduk dibudidayakan pada jaring lapis kedua (jaring kolor) yang tidak diberi pakan secara intensif, sehingga biaya produksinya rendah. Tetapi meski mahal, karena kelebihannya, ikan nila merah asal kolam air deras tetap diminati para penggemar ikan. Permintaan Ekspor Terus Meningkat Tak hanya laku di pasar lokal, permintaan ikan nila merah ini juga terus meningkat di pasar internasional, terutama pasar Amerika dan Uni Eropa (UE). Menurut Aries Madethen, Regional-Technical Marketing Manager PT Schering Plough, warna daging yang putih menjadi nilai lebih dari ikan nila merah. Pasalnya, kebanyakan orang kulit putih lebih menyukai jenis ikan yang mempunyai daging berwarna putih dari pada daging yang berwarna merah. ?Sebenarnya ini hanya masalah selera, tetapi ini bisa kita manfaatkan. Vietnam sudah memanfaatkannya dengan mengekspor patin jambal (berdaging putih) ke Amerika?. Menurut Iskandar Ismanadji, Direktur Produksi Ditjen Perikanan Budidaya-DKP, tampilan fisik ikan nila merah yang mirip ikan kakap merah juga menjadi nilai lebih untuk merambah ke pasar ekspor. Keadaan semakin menguntungkan dengan terus menurunnya hasil tangkapan ikan kakap merah. ?Makanya pamor nila merah juga semakin naik,? ujar Iskandar. Tak heran, jika serapan nila merah baik lokal maupun mancanegara terus meningkat. Berdasarkan data yang dirilis oleh National Marine Fisheries Service, selama 2006, Amerika telah mengimpor 60.772 ton ikan nila yang didatangkan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Nila yang masuk ke Amerika ini sebagian besar berupa fillet beku. Iskandar memprediksi, permintaan pasar Amerika terhadap ikan nila ini akan terus meningkat tiap tahunnya. Sementara di pasar UE, tak kurang dari 10.000 ton ikan nila terserap tiap tahun. Harga ikan nila merah ini pun cukup menjanjikan bagi para eksportir. Menurut Aries, harga 1 kg fillet nila merah di pasar Amerika bisa mencapai US$ 4,5. Harga bisa bertambah 30-40%, jika para eksportir bisa menjual produknya ke pasar UE. ?Harga di pasar UE memang lebih bagus, tetapi permintaanya tak sekuat pasar Amerika,? tandas Aries. Ekspor Terbesar dari Toba Saat ini, pengekspor nila terbesar asal Indonesia adalah PT Aquafarm Nusantara, yang menjalankan bisnisnya di Danau Toba, Sumatra Utara. Menurut keterangan Yoseph Siswanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, sepanjang 2006, PT Aquafarm telah mengekspor tak kurang dari 24.000 ton ikan nila ke berbagai negara, terutama Amerika dan UE. Menurut Yoseph, saat ini PT Aquafarm telah memiliki 1.780 keramba jaring apung (KJA) dengan produksi di 2006 mencapai 19.200 ton. ?Kekurangannya mereka mengambil dari KJA yang dikelola masyarakat,? ujarnya lewat ponsel. Sayangnya, pihak Aquafarm enggan merespon saat TROBOS mencoba meminta keterangan melalui Freek Huskens, pimpinan di perusahaan tersebut. Sebagai salah satu sentra penghasil ikan nila, menurut Yoseph, di danau Toba telah beroperasi 5.232 KJA dengan besaran produksi 2006 mencapai 44.759 ton dengan nilai Rp 450 miliar. Sementara itu, pangsa pasar ikan nila merah di pasar internasional juga hampir dirasakan para pembudidaya kolam air deras di Subang. Sayang, penawaran harga yang ditawarkan oleh pihak cold storage (selaku eksportir) masih jauh dari harapan. ?Pihak cold storage hanya berani membeli dengan harga Rp 9.500/kg. Padahal itu baru angka BEP, jadi terpaksa dibatalkan,? Emma menjelaskan. Selengkapnya Silahkan Baca Majalah TROBOS edisi 101/Februari 2008 Bookmark and Share

Ikan Nila Merah (Oreochromis sp)



Untuk Bisnis perikanan kami memberikan informasi yang baik dan menguntungkan di jaring apung cirata,Peternakan ini bisa dilakukan dengan serius dan bisa menjadi perusahaan untuk industri eksport ikan.Ikan yang ditanam atau diternak adalah ; Nila Merah ,Info yang mempunyai harga sangat tinggi untuk eksport ke amerika dan Eropa dan sebagian Asia.

Apakah anda mengenal Nila Merah? Ikan ini mirip dengan Kakap Merah yang terkenal untuk ikan laut,.Daging nya sangat lembut dan gurih serta kenyal dalam penyajian makanannya,ikan ini mempunyai sirip yang rata -rata sejajar dan ukurannya bisa hingga mencapai 2 kg/ekor.

Untuk penanaman atau pemeliharaan sangat mudah dan tahan terhadap berbagai penyakit air tawar.Lama dari budidaya ikan nila merah adalah 4-6 bulan tergantung pakan dan besarnya penanaman hingga ukuran panen.Untuk jaring apung bisa dikelola dengan disatukan antara ikan mas dan nila merah atau diberikan pakan apung untuk menghasilkan produk ikan nila merah yang super dengan waktu yang relatif cepat.

Dalam klasifikasi biologi, ikan Nila Merah (Oreochromis sp) termasuk Ordo Pecho orphi, Family Cichlidae dan Genus Oreochromis. Ikan Nila Merah diyakini merupakan hasil persilangan antara spesies berwarna merah Oreochromis mosambicus honorum berasal dari Singapura dengan spesies berwarna normal Oreochromis niloticus dari Jepang. Variasi warna ikan Nila adalah kemerahan, kekuningan dan keputih-putihan (albino).

Mencontoh sukses pemeliharaan ikan Nila Merah yang dikembangkan oleh PT Charoen Pokphand bekerjasama dengan Aqua Farm (Norwegia), Ikan Nila Merah saat ini dihargai cukup tinggi yang mencapai Rp 25.000 per kg. Permintaan terbesar khususnya datang dari konsumen di Amerika Serikat, Singapura, Jepang dan beberapa negara Eropa. Tingkat permintaan dapat mencapai tujuh ton per minggunya padahal produsen lokal setiap minggunya hanya mampu mensuplai sebanyak 3 ton saja. Komoditas ikan Nila Merah biasa diekspor dalam bentuk fillet segar maupun berupa ikan hidup.

Pemeliharaan ikan Nila Merah tidak terlalu sulit. Lagi pula ikan Nila Merah mempunyai beberapa kelebihan antara lain laju pertumbuhan yang cepat, efisien memanfaatkan makanan tambahan, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan cepat beradaptasi terhadap setiap perubahan lingkungan. Ketersediaan benih ikan Nila Merah tidak lagi menjadi masalah karena pihak Aqua Farm bekerjasama untuk mensuplai semua kebutuhan pemeliharaan (pakan dan lain-lain), termasuk membeli (menampung) hasil produksi ikan Nila Merah.

Sistem Pemeliharaan Jala Terapung

Pemeliharaan Nila Merah secara intensif mulai dilakukan terhadap tahapan fingerling (benih gelondongan) yaitu benih yang diperoleh setelah pemeliharaan selama 1 - 1,5 bulan. Benih nila merah untuk tujuan produksi fingerling biasanya mempunyai berat 25 gram per ekor. Selama masa pemeliharaan tersebut diberikan makanan tambahan dalam bentuk pellet. Standar nutrisi pakan tambahan antara lain megandung protein minimal 25 %, lemak 4 - 8 %, serat kasar 10 - 13 %, dan kadar air 13 - 14 %. Pemberian makanan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore secara tepat waktu untuk membiasakan ikan Nila Merah berkumpul pada saat-saat pemberian pakan. Jumlah pakan ditentukan sebanyak 3 % dari biomass yang penentuan secara tepat dilakukan dengan pengukuran berat setiap 2 minggu secara random sampling. Untuk memperoleh tingkat pertumbuhan yang optimal, padat penebaran di kolam luas adalah 15.000 - 20.000 ekor per 1.000 meter persegi atau 15 - 20 ekor per meter persegi. Pemeliharaan benih untuk menghasilkan kategori fingerling bisa dilakukan di kolam terbuka (luas) dan kolam tertutup (sempit, misal bak semen).

Karakter pertumbuhan penting selama masa pemeliharaan benih fingerling adalah pertambahan berat dan pertambahan panjang. Grafik pertambahan berat badan berbentuk sigmoid (cekung ke atas). Ditandai oleh laju pertambahan berat yang lambat terutama pada saat awal pemeliharaan sampai mencapai ukuran fingerling (2 bulan). Seterusnya sampai umur 4 - 5 bulan ikan Nila Merah memperlihatkan laju pertambahan berat yang cukup tinggi. Grafik pertambahan panjang berbentuk kurva terbalik (cekung ke bawah), yaitu kecepatan pertumbuhan panjang berbanding terbalik dengan pertambahan umur. Pada awal usia lebih cepat tumbuh memanjang yang semakin berkurang kecepatannya semakin tua usia.

Pembesaran ikan Nila Merah yaitu selepas masa fingerling sampai ukuran konsumsi bisa dilakukan pada bberapa lokasi tempat yaitu :

1. di kolam berair tenang dengan luasan minimal 100 m2 dan kedalaman 1 m, debit air
minimal 2 liter per detik untuk kolam seluas 100 m2.
2. di kolam berair deras, dengan debit air 20 liter per detik.
3. di karamba, yaitu dalam kurungan kotak persegi terbuat dari bilah bambu, biasanya
dilakukan memanfaatkan sungai, waduk, danau maupun bendungan.
4. di tambak, terutama pada musim penghujan dimana tambak banyak tidak
dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan air laut dengan pertimbangan rendahnya tingkat
salinitas akibat hujan yang melimpah. Padat penebaran 15 ekor per m2.
5. di jala apung, memanfaatkan danau dan waduk. Padat penebaran ikan Nila Merah
berukuran 25 - 30 gram 50 - 100 ekor per 1 m3. Luas ideal jala apung adalah 5 x 5
x 2 m yang dapat menampung 2.500 - 5.000 ekor. Pemeliharaan di jala apung
bersifat intensif untuk tingkat pertambahan yang tinggi (berat 500 gram per ekor
dalam waktu pemeliharaan 4 - 5 bulan). Untuk itu frekuensi pemberian pakan
dilakukan sebanyak 4 - 5 kali sehari sejumlah 3 % dari biomass ikan. Jumlah
pemberian pakan disesuaikan dengan pola pertumbuhan ikan setiap 15 hari.

Info :agribisnis.tripod.com

Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

“ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

Followers