Cairan Nutrisi Untuk Ikan Air Tawar

Setelah sekian lama mencari cara untuk menumbuhkan ikan secara cepat dengan hasil baik,kami menemukan cairan nutrisi yang cukup bagus dan menguntungkan bagi semua ikan air tawar.
Dalam beberapa bulan terakhir kami melakukan percobaan atas cairan nutrisi tersebut,ternyata cairan tersebut membuahkan hasil untuk ikan mas di peternakan kami.

Cairan ini adalah SAPUTRA NUTRIENT yang dikembangkan oleh PT.Global Harvest dan telah mempunyai Izin pengembangan dari Departemen Pertanian Indonesia.

"Produk Saputra adalah formula nutrisi esensial melalui penelitian selama 13 tahun, dan berhasil mengungkap rahasia alam bawah laut yang bisa menghasilkan nutrisi pemberi kehidupan yang dapat digunakan secara mandiri dan alami untuk mahluk hidup"

Produk ini cocok untuk Keramba Ikan Jaring Apung di Cirata dan jatiluhur atau tempat lainnya,karena berbahan herbal yang aman bagi perairan air tawar.

Cara menggunakan Saputra Nutrient (sesuai Pengalaman ):
  1. Ambil 1 sendok makan Saputra Nutrient dan campur dengan 200 ml air  (pemakaian sesuai jumlah pakan yang akan diberikan)
  2. Basahi pakan yang akan diberikan kepada ikan dengan cairan tersebut
  3. Biarkan beberapa menit agar menyerap ke pakan 
  4. Taburkan pakan ke ikan dan lakukan 3 x 1 hari
Saputra Nutrient 1 liter bisa digunakan untuk 1 ton pakan ikan,dan akan membuat ikan menjadi bertambah berat serta nafsu makan yang tinggi.

Harga Saputra Nutrient Di Cirata :
  • Botol Kecil ukuran 250 ml Rp.40.000
  • Botol Besar Ukuran 1000 ml Rp.110.000
*Harga belum termasuk ongkos kirim ke berbagai kota di indonesia 

* Hasil panen berdasarkan Pengalaman kami tanpa nutrisi Saputra adalah 55% maksimal
* Hasil Panen dengan nutrisi Saputra menjadi 62 % dan masih bisa berkembang

Bagi anda peternak ikan mas dimana pun berada...kami menyarankan untuk menggunakan produk ini,untuk meningkatkan hasil panen yang baik,serta menghasilkan keuntungan yang berlipat.

"ANDA TIDAK AKAN PERCAYA BILA TIDAK MEMBUKTIKANNYA"

Hub : 0818211115 & Pin BB 272E95F6

Terbukti Mengurangi Kematian Akibat Virus KHV 

 

Kucuran Dana Untuk PT.Charoen Pokphand

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mendapatkan pinjaman sindikasi dari 20 bank senilai USD 500 juta. Pinjaman sebesar itu akan digunakan perusahaan pakan ternak tersebut untuk menopang pertumbuhan bisnis di semua lini usaha dan refinancing semua pinjaman perbankan yang dimiliki perseroan.

"Ini merupakan pinjaman sindikasi ketiga terbesar pasca krisis keuangan Asia 1998 yang diterima kami," kata Sekretaris Perusahaan CPIN, Hadijanto Kartika, di Jakarta, Senin (21/10).
Pinjaman tersebut terdiri dari pecahan USD 130 juta dan Rp 2 triliun. Untuk mendapatkan pinjaman tersebut, perseroan tidak perlu menjaminkan aset atau unsecured basis.

Adapun proses penarikannya terdiri dari dua skema. Yakni, amortizing term loan facility senilai USD 130 juta dan Rp 800 miliar dengan jangka waktu pengembalian 5 tahun.
Kemudian, revolving credit facility senilai USD 195 juta dan Rp 1,2 triliun dengan jangka waktu pengembalian 3 tahun dan mempunyai 2 tahun opsi perpanjangan dengan diskresi dari kreditur.
Hadijanto menjelaskan, pinjaman sindikasi ini untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan pendanaan perusahaan dalam mengembangkan usaha hingga lima tahun ke depan.

Selain itu, pinjaman ini juga untuk memperpanjang masa jatuh tempo utang perusahaan. Mengingat, pinjaman sindikasi itu diperoleh dengan bunga yang lebih murah. "Pinjaman baru ini juga memperpanjang profil umur pinjaman perusahaan," katanya.
Dalam sindikasi itu, Citi dan DBS dipercaya sebagai bank koordinator. Kedua bank tersebut bersama ANZ dan SMCB juga berperan sebagai Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners.

Adapun ke-20 bank yang tergabung dalam sindikat kreditur CPIN selengkapnya adalah:
- Citi
- DBS Bank Ltd/PT Bank DBS Indonesia
- PT Bank ANZ Indonesia
- Sumitomo Mitsui Banking Corporation
- PT Bank International Indonesia Tbk (BII)/Maybank
- Rabobank International
- Aozora Asia Pasific Finance Limited
- Emirates NBD PJSC, Singapore Branch
- Land Bank of Taiwan, Singapore Branch
- PT Bank Mizuho Indonesia
- Bank of China Limited
- Bank of Taiwan, Singapore Branch
- CTBC Bank Co., Ltd., Singapore Branch
- Mega International Commercial Bank Co., Ltd., Offshore Banking Branch
- The Bank of East Asia, Limited, Singapore Branch
- Chang Hwa Commercial Bank, Ltd., Singapore Branch
- Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd.,
- Taiwan Cooperative Bank, Offshore Banking Branch
[yud]-Merdeka.com

Berapa Harga Pokok Produksi Ikan Mas disaat Harga pakan Naik ?

Dalam beberapa bulan terakhir setelah ada keterpurukan mata uang Rupiah dan Dollar amerika,menunjukan beberapa komoditi impor menjadi naik tajam dan tentunya berimbas kepada harga pakan ternak,diantaranya pakan ikan.

Kegelisahan produsen pakan dan semua yang berhubungan dengan hal tersebut menjadi berita besar bagi petani ikan jaring apung di cirata dan jati luhur.Karena biaya produksi serta modal menjadi meningkat dan kerugian bertambah disaat kondisi air dan kesehatan ikan.

Disamping itu,saya melihat beberapa kekurangan para petani ikan mas yang tidak tepat mengalokasikan anggaran modalnya,sehingga disaat ada perubahan yang mendadak,semua menjadi panik.
Setelah sekian lama berpikir,ternyata kenaikan harga pakan ikan tidak berpengaruh banyak bila :
  • Segi kepengurusan ikan dalam keadaan normal dan terhindar dari penyakit
  • Menekan kerugian ikan dari berbagai aspek,diantaranya:
  1. Lokasi keadaan jaring apung yang kurang tepat
  2. Kondisi Qualitas Pakan ikan
  3. Karyawan (SDM) yang kurang baik
  4. Harga pasar yang tidak stabil
  5. Penyakit ikan dan kondisi air
  6. Benih ikan yang kurang proporsional
  7. Kematian ikan karena arus balik
Padahal beternak ikan di jaring apung sangat menjanjikan,serta menguntungkan dari segala aspek,yang mungkin sangat berbeda dengan bisnis lainnya.
Mari kita menghitung berapa harga pokok produksi sebenarnya :
  • Pakan 2000 kg x Rp.7.400= Rp.14.800.000
  • Benih 75 kg x Rp.30.000 = Rp.2.250.000
  • Hasil Panen 1.075 kg x Rp.17.500 = Rp.18.812.500
  • HPP= rp.15.800
  • Keuntungan Rp.1.762.500 (FCR 50%) / kolam
  • keuntungan Rp.17.500 - Rp.15.800 = Rp. 2.300 /kg
Keterangan :
  • HPP ( harga pokok produksi  )
  • FCR (Feed convertion ratio/target produk)
Harga jual tentunya akan ditentukan oleh pasar,tergantung permintaan dan stok persediaaan yang memungkinkan akan meningkatkan harga/menurunkan harga.
Semoga para petani ikan di jaring apung dimanapun bisa lebih memperhatikan hal-hal yang cukup mendasar ini,dan menghindari kerugian sebagaimana mestinya.




Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

“ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

Followers