Peluang usaha apa saja di waduk cirata

Banyak yang mengira bahwa di danau cirata adalah central perikanan air tawar di indonesia,Betul,tapi masih banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan selalin beternak ikan mas atau nila di cirata ,dan sekiranya banyak sekali pebisnis pemula yang berhasil lewat usaha di waduk cirata,seperti :


  • Menjadi penjual ES BALOK di berbagai lokasi waduk cirata.Beberapa pemain ikan nila khususnya selalu membutuhkan banyak sekali es balok untuk membuat ikan nila dan bawal supaya terus segar ke tempat tujuan,dan beberapa pengepul ikan mas pun sebagian membutuhkannya agar ikan selalu dingin dalam pengepakan.



  • Menjadi penjual PLASTIK untuk ikan mas dan nila yang dipak untuk pengemasan ikan mas dan nila hidup.



  • Menjadi penjual GAS OXIGEN,ikan mas dan nila yang dikirim hidup pasti akan membutuhkannya dalam jumlah yang banyak.



  • Menjadi pemosok BENIH ikan mas dan ikan lainnya seperti nila,bawal,patin,gurame DLL



  • Menjadi Pengepul Plastik bekas,bisnis ini sekarang lagi tren dan selalu dibutuhkan oleh bandar ikan mas dan nila untuk pengemasannya.



  • Menjadi penjual PAKAN IKAN pastinya,karena di cirata sekiranya dibutuhkan ratusan-ribuan ton dalam pemakaian per bulannya untuk ikan mas,nila dan bawal.



  • Menjadi pengepul KARUNG bekas pakan,di cirata dan kab cianjur serta kab bandung selalu membutuhkan karung bekas pakan untuk keperluan panan padi dan laiinya.



  • Menjadi penjual IKAN MAS dan nila di berbagai lokasi dermaga cirata,usaha ini banyak yang meminatinya,selain agen pakan juga banyak pekerja lainnya yang fokus terhadap penjualan ikan mas dan nila.



  • Paling utama adalah menjadi petani ikan jaring apung



  • Dan masih banyak lagi bidang usaha yang belum kami ketahui

  • Rata rata omzet di cirata mencapai miliar hingga triliun rupiah dalam per bulan dari berbagai aspek ini,sehingga banyak yang tergiur untuk berbisnis  di danau cirata ini.Mungkin anda salah satunya? tidak ada salahnya mensurvey usaha dari berbagai aspek diatas untuk memulai bisnis ini,sehinga modal dan tujuan meraup untung di waduk cirata bisa tercapai dengan baik.Siapa tahu anda menjadi MILYARDER selanjutnya dalam bisnis diatas.

    Semoga bermanfaat bagi semuanya

    Kenapa Air Waduk Cirata menjadi Kotor ?

    Tahun 2010 adalah tahun yang berat buat para petani ikan keramba/jaring apung.Alasannya adalah anugrah yang datang dari Sang Maha Pencipta,yaitu cuaca yang kurang mendukung hingga awal maret 2011 Upwealing atau arus balik dari air danau tempat budidaya tidak terjadi masal dan hanya dibeberapa bagian cirata,tapi penyakit herves menjadi tak tertahan disaat musim hujan dan kurang oxigen dan matahari.alasannya:

    Kondisi air
    Kondisi air saat ini di cirata kebanyakan dibawah standar yang seharusnya,biasanya para peneliti dari PT.CPP yang selalu datang tiap bulan,ngak ada pada bulan bulan terakhir.Jadi saya simpulkan air kurang mendukung.Bahaya yang ditimbulkan dari penyakit herves ini adalah kematian ikan yang tak terhindarkan dalam setiap harinya.Saat ini informasi pakan ikan yang turun ke KJA cirata dalam perharinya sekitar 30 -60 ton/hari dan yang diserap sama ikan mas dan nila sekitar 50%,berarti 15-30 ton kotoran pakan yang tidak terserap ikan dalam per harinya.Makanya pasti kondisi air cirata sangat tidak nyaman bagi ikan yang di budidaya.

    Kondisi benih ikan
    Benih ikan yang ada sekarang jarang terkontrol olah pihak departemen perikanan setempat,karena memang dalam ikan air tawar seperti ikan mas kurang diperhatikan sama departemen peikanan dan kelautan,sehingga mungkin saja Bibit unggulannya sudah terpakai beberapa keturunan,sehingga dalam penyesuaian benih ke KJA akan berdampak kurang bagus dalam perkembangan dan daya tahan ikan tersebut.

    Pekerja dan Pemerhati lingkungan
    Karena jarangnya penyuluhan kepada setiap pekerja KJA dan pemiliknya,bisa menimbulkan bahaya yang sangat tidak menguntungkan bagi perairan cirata dan pihak BPWC yang mengelola bendungan ini.Dan pada dasarnya pekerja yang ada sekarang ,sangat minim pengetahuan tentang menjaga lingkungan perairan yang berdampak menjadi kotor dan penuh dengan bakteri apabila kesadaran manusianya tidak dibina dengan baik.

    Pabrik/Produsen pakan ikan
    Dengan banyaknya berbagai merk pakan dari berbagai pabrik,maka kekotoran perairan cirata menjadi merata di setiap daerahnya,karena komposisinya selalu berbeda dan hanya mementingkan bisnis saja.walaupun ada lembaga yang membawahi produsen pakan,tapi tidak selalu memerhatikan kebersihan perairan cirata.Alasannya saya ngak tahu,walaupun kadang ada acara pembersihan waduk secara masal melalui lembaga ini,tapi hanya sebagai program jangka pendek dan bukan jangka panjang,karena dilakukan hanya dalam beberapa kali dalam setahun.

    Mari sekarang kita sebagai orang yang bekerja dan mencari uang di cirata,sebaiknya dan seharusnya dimulai saat ini selalu menjaga perairan waduk cirata,agar selalu dalam kondisi baik dengan cara membuang sampah dan lainnya dikumpulkan dan dibakar didaerah sekitar waduk yang sudah tersedia untuk sampah dan yang lainnya.Supaya cirata indah,bersih dan sebagai tempat bekerja ,mata pencaharian untuk kita semua,agar penyakit yang merugikan kita bisa di minimalisir untuk kepentingan bersama.
    Saya mohon maaf karena banyak kekurangan dalam penulisan ini,dan semoga menjadi manfaat bagi kita semua,dan terima kasih untuk semua nya


    Bookmark and Share

    Nila Ala Majalengka

    Arief bersama sejumlah anggota kelompoknya tampak tengah menyeleksi larva ikan nila nirwana di bak penampungan. Satu per satu larva itu dipisahkan berdasarkan ukuran yang sama untuk menghasilkan kualitas (grade) tertentu. Larva ini merupakan bibit sebar yang nantinya didistribusikan ke para pembudidaya ikan. Setiap bulan, kelompok UPR (Unit Pembenihan Rakyat) Banter Pokdakan Mina Cikole ini, menghasilkan larva ikan nila jenis nirwana sekitar 1 – 2 juta ekor. Omset yang dihasilkan per bulannya cukup menggiurkan. Kelompok yang fokus di segmen pendederan ukuran 1 – 2 cm, 2 – 3 cm, dan 3 – 5 cm ini bisa meraup omset tidak kurang dari sekitar Rp 20 juta per bulan.

    Diakui Pelaksana Teknis UPR Banter Pokdakan Mina Cikole Desa/Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka, Arief Maulana Syam, usaha pembenihan ikan nila nirwana dengan pemeliharaan secara intensif sangat menjanjikan. “Kalau lahan pertanian di konversi ke perikanan keuntungan petani bisa 11 kali lipatnya,” ujarnya kepada TROBOS awal September lalu di Majalengka. Arief mengungkapkan, nila nirwana (nila ras wanayasa) merupakan salah satu jenis nila unggulan hasil pengembangan Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa Purwakarta. Nila ini punya keunggulan laju pertumbuhan cepat, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan atau perubahan cuaca, serta tahan terhadap penyakit. “Kondisi fisik nila nirwana, kepala lebih kecil, badan lebar, dan daging lebih tebal sehingga ketika ditimbang beratnya lebih berisi,” jelasnya.

    Permintaan Tinggi
    Meski usaha pembenihan ikan nila nirwana menjanjikan, namun masih sedikit pelaku yang terjun di bidang usaha ini. Kondisi ini menyebabkan pasokan benih nila masih sangat kurang. “Jangankan untuk memenuhi permintaan dari luar negeri seperti Filipina, untuk memenuhi wilayah III Cirebon (Majalengka, Cirebon, Indramayu, Kuningan) saja masih kekurangan,” kata Arief. Ia menjelaskan, permintaan 1 pembudidaya saja bisa mencapai 500 ribu ekor larva. Sementara untuk wilayah III Cirebon setiap bulannya butuh sekitar 20 juta ekor larva ikan nila. “Kami baru bisa memenuhi sekitar 5% dari kebutuhan itu,” katanya semangat. Menurut Arief, sistem penjualan yang berlaku untuk benih ikan nila adalah per ekor. Harga yang berlaku dipasaran untuk larva yang baru dipanen Rp 10. Benih ukuran 1 – 3 cm Rp 25 – 30, 2 – 3 cm harganya Rp 35 – 40, dan 3 – 5 cm harganya Rp 50 – 55 per ekor. Sedangkan untuk ukuran benih 5 – 8 cm Rp 85 per ekor. Saat ini, lanjut Arief, untuk pembenihan hanya ada di Majalengka dan Kota Cirebon karena wilayahnya sangat cocok. Untuk pendeder terdapat di Kabupaten Cirebon dan Indramayu, sedangkan untuk pembesaran di Kabupaten Kuningan dan Indramayu. “Guna memenuhi permintaan perlu sinergi dan jaringan yang kuat antar pembenih, pendeder, dan pembesar nila nirwana. Juga perlu pemetaan jumlah kebutuhan di pasaran agar sinkron dalam proses produksinya dan harga bisa stabil,” sarannya.
    . Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Edisi Oktober 2010
    Bookmark and Share

    Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

    “ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

    Followers