Wanita adalah Perkasa

Wanita adalah Perkasa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kisah 1 Saya mungkin Desember akan ada di Australia. Biasa, kunjungan rutin. Anak saya yang pertama sudah permanent resident di sana. Jadi setiap tahun pasti gak dua kali saya berkunjung ke sana. Sedangkan anak kedua saya ada di Kelapa Gading. Pernah menjadi dosen di salah satu kampus daerah Kebun Jeruk, tetapi sekarang sudah berhenti dan fokus mengembangkan bisnis konsultan.

Jadi tiap hari saya sendirian di rumah. Makanya saya orangnya tidak bisa diam. Selalu mencari kesibukan. Apalagi sejak menginjak usia pensiun kira-kira 3 tahun yang lalu. Kerjaan saya yah itu, banyak reuninya.

Saya sudah menjadi single parent 21 tahun yang lalu. Suami saya meninggal saat anak bungsu saya baru berusia 6 tahun. Jadi selama itulah saya berjuang untuk membesarkan anak-anak saya sendirian. Jatuh bangun, banting tulang, belajar sana-sini demi anak-anak. Beruntung saya mempunyai kemampuan sehingga bisa berkarir di salah satu bank. Saya mengabdi selama lebih dari 20 tahun sampai pensiun. Melihat hasil dari perjuangan saya di mana kedua anak saya sudah bisa mandiri, saya merasa puas dan bangga. Tidak sia-sia, dan saya bahagia dengan hidup saya sekarang.

Kisah 2 Sudah memasuki tahun ke-5, suami saya tidak bisa bangun dari tempat tidur karena strok
... baca selengkapnya di Wanita adalah Perkasa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wiro Sableng #72 : Purnama Berdarah

Wiro Sableng #72 : Purnama Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

HUJAN lebat mendera Pantai Selatan. Suara hujan yang diterpa hembusan angin keras yang datang dari laut menimbulkan suara menggidikkan di telinga siapa saja yang mendengarnya. Di bawah hujan lebat itu seorang penunggang kuda memacu tunggangannya sepanjang tepian pantai, menembus hujan dan deru angin ke arah timur. Tepat di satu bukit karang yang menjulang orang ini hentikan kudanya. Sambil menepuk tengkuk binatang itu dia berkata. "Jangan ke mana-mana. Tunggu di sini sampai aku kembali!"

Seperti mengerti akan ucapan orang, kuda itu mendekatkan kepalanya ke bahu tuannya dan menjilat bahu itu beberapa kali. Ketika petir kelihatan menyambar di tengah laut, penunggang kuda tadi telah lenyap dari tempat itu. Dia melompat ke sebuah celah sempit di kaki bukit karang. Di dalam celah itu ada bagian bukit yang berbentuk seperti tangga kasar. Orang ini menaiki tangga itu dengan gerakan cepat. Tangga batu karang itu licin dan ada yang berselimutkan lumut. Hujan lebat membuat udara menjadi redup gelap. Kalau tidak memiliki kepandaian tinggi tak mungkin orang itu bisa menaiki tangga batu begitu cepat.

Di puncak tangga batu membentang sebuah pedataran batu yang penuh
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #72 : Purnama Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

KJA di Bendungan Jatiluhur Ditertibkan

Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, menggelar penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.Dalam penertiban yang melibatkan petugas gabungan dari personil TNI/Polri dan Satpol PP ini, pengelola waduk terbesar di Jawa Barat ini memfokuskan pada KJA ilegal dan yang sudah tak aktif atau tak lagi digunakan oleh pemiliknya.
Direktur Pengelolaan Air (Dirlola) PJT II Jatiluhur, Harry M Sungguh mengatakan, sejak awal tahun pihaknya sudah melakukan dua kali penertiban. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 95 petak KJA yang telah diangkat ke darat.
“Penertiban KJA tak berizin ini baru berjalan dua kali. Kami, beserta jajaran muspika Jatiluhur baru menyisir KJA yang berada di zona 1 dan 3. Keramba yang telah ditertibkan ada sekitar 95 petak. Sisa-sisa KJA ini untuk sementara disimpan di sepanjang bibir waduk,” jelas Harry kepada Pos Kota.
Harry mengaku, penertiban ini rencananya akan dilakukan secara bertahap. Pasalnya, KJA yang ada di waduk Jatiluhur jumlahnya mencapai puluhan ribu. Meski demikian, dia menegaskan, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai jumlah KJA berada di titik ideal yakni 4.000 petak.
Dia menjelaskan, dari data yang ada, saat ini jumlah KJA tercatat ada sekitar 23.740 petak KJA. Padahal, berdasarkan kajian idealnya petak KJA ini maksimal hanya 4.000 unit saja. Dengan kondisi tersebut, tentu sangat berpengaruh pada kualitas airnya Jatiluhur.
“Kualitas air sudah sangat mengkhawatirkan. Makanya, kami targetkan dalam sepekan bisa menertibkan 50 KJA. Supaya, setiap bulannya bisa mengangkat 200 petak. Sehingga, keberadaan KJA ini bisa segera diminimalisasi,” jelas dia.
Harry pun mengakui, jika selama ini keberadaan KJA menjadi faktor penyebab menurunnya kualitas air. Bahkan, selain berdampak pada pencemaran air, limbah pakan ikan ini pun berpotensi menjadi pemicu korosi pada turbin.
Sebab, air waduk tersebut sudah tercampur dengan berbagai zat yang dihasilkan pakan ikan tersebut. Salah satunya, zat asam sulfat. Zat tersebut, semakin lama akan mempercepat korosi pada dinding dan logam turbin.
“Satu-satunya solusi guna meminimalisasi pencemaran, yakni dengan mengurangi jumlah kolam jaring apung,” tegas dia.
Dengan begitu, sebut dia, banyaknya KJA ini bukan saja dapat merusak ekosistem air danau Jatiluhur, tapi berdampak lebih luas terhadap sektor lain yang berkaitan erat dengan keberadaan danau dan bendungan Jatiluhur.
(dadan/sir)
--------Postkotanews-----

Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

“ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

Followers