Cara Memelihara Gurame Di Jaring Apung

Ikan Gurame adalah salah satu ikan air tawar andalan di Indonesia.Bentuknya yang khas serta dagingnya yang gurih menjadi salah satu menu di berbagai restoran ternama.
Ikan Gurame tidak memiliki banyak duri dan memiliki daging yang tebal,namun ikan ini bila dipelihara di jaring apung ,kebanyakan kurang mengetahui trik untuk menanggulangi kematian ikan tersebut pada tahap awal pemeliharaan.

Pengalaman pertama memelihara ikan Gurame :
Sudah berkali-kali kami memelihara ikan gurame di kolam jaring apung,tapi untuk menikmati hasil,belum pada tahap yang menguntungkan,rata-rata hanya balik modal atau sedikit hasilnya.Karena memelihara ikan ini sangat memakan waktu,maka kami selalu bertanya kepada orang yang berhasil di sekitar waduk cirata,hingga akhirnya menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Biasanya disaat benih ikan gurame datang,kami selalu memberikan pakan ikan tepung,tapi setelah diberi pakan,besoknya langsung mati,dan setiap hari demikian,hingga kematian ikan gurame mencapai 70% dari penanaman.
Dan akhirnya,sampai sekarang,kami telah menemukan ilmu memelihara gurame,dengan kematian benih yang sangat minim.


Dengan pengalaman yang lama,kami telah melakukan beberapa langkah untuk meminimalisir kematian ikan gurame di jaring apung,diantarannya :
  1. Benih gurame usahakan didatangkan ke jaring apung dengan ukuran 5cm ke atas/ ukuran 2 jari orang dewasa
  2. Tempatkan benih pada jaring khusus/tidak disatukan dengan benih ikan mas atau nila
  3. Biarkan benih selama 1-2 bulan pada jaring tersebut tanpa diberi makan pakan ikan
  4. Selama 1-2 bulan tersebut,usahakan hanya diberi makanan tumbuhan seperti saun talas/eceng gondok
  5. Setelah 2 bulan,ikan gurame bisa di tumpang sari dengan ikan mas dan siap diberi makan pakan
  6. Pemeliharaan ikan Gurame biasanya mencapai 8-10 bulan hingga ukuran pasar(400-600 gram)
  7. Langkah diatas bisa dicoba untuk mengurangi kematian ikan gurame
Selamat mencoba dan semoga berhasil 


Ikan Sidat,Bisa Di Budidaya Petani Ikan

Pernah mendengar ikan sidat? Makhluk laut yang berasal dari lautan dalam ini merupakan ikan yang memiliki tubuh menyerupai ular. Belut? Berbeda. Ini ikan sidat.

Di Jepang, ikan sidat cukup terkenal. Dagingnya dianggap lezat dan memiliki kandungan vitamin yang sangat tinggi. Sehingga, banyak restoran-restoran Jepang yang menjadikan sidat sebagai menu andalan, seperti Kabyaki dan Unadon.

Sementara di Indonesia, ikan sidat masih terdengar asing di telinga. Apalagi manfaat-manfaatnya. Bentuknya yang bulat dan memanjang seperti belut atau ular membuatnya tidak terlalu menarik bagi masyarakat Indonesia. Itu yang menyebabkan tingkat konsumsi sidat terbilang rendah.

Menurut Rohkmin Dahuri, Kketua umum Masyarakat Akuakultur Indonesia, selain dagingnya yang lezat, sidat juga memiliki harga yang fantastis di pasar luar negeri.

"Untuk sidat yang masih benih (Glass eel) harganya US$7, atau setara Rp70.000 per ekor. Sedangkan per kilogramnya yang terdiri dari 5.000 benih bisa mencapai Rp350 juta," kata Rokmin, di acara Diskusi Peran Riset, Teknologi Budaya, dan Pemasaran Ikan Sidat di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis 20 Juni 2013.

Di pasar luar negeri, harga ikan sidat dewasa mencapai Rp70 juta per kilogram, sementara di pasar Indonesia harganya Rp1,2 juta per kilogram.

"Harga yang luar biasa mahal itu yang membuat ikan sidat lebih banyak diekspor, baik dalam bentuk benih atau yang sudah dewasa," kata Rokhmin.

Menurut Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu, kegiatan ekspor dapat membahayakan, karena nilai tambahnya tidak ada di Indonesia. Kalau negara ini mau menjadi besar, seharusnya dapat melihat ikan sidat sebagai peluang.

"Saya lebih menginginkan ikan sidat menjadi komoditas unggulan. Kenapa? Karena kebutuhan ikan sidat di pasar di Indonesia cukup tinggi, terutama untuk restoran-restoran Jepang," kata Rokhmin.


Glass Eel

Saat ini, pembibitan ikan sidat masih sangat sulit dilakukan. Banyak peneliti Jepang yang sudah menelitinya, namun tidak berhasil.

Menurut Iwan Eka Setiawan, Peneliti Biologi Kelautan BPPT, pembibitan ikan sidat sebenarnya bisa dilakukan, tapi pertumbuhannya sangat lama. Berbeda dengan pertumbuhan ikan sidat di alam bebas.

"Saat ini, untuk mendapatkan bibit ikan sidat masih dengan cara menangkapnya di lautan. Tak hanya itu, proses pembesaran dari bibit menjadi ikan dewasa juga masih cukup sulit," kata Iwan. (umi)

Memilih Ikan Segar Di Pasar


Olahan ikan selalu bisa menggugah selera. Rasanya lezat dan gurih serta memiliki protein dan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Untuk menyajikannya juga bisa dengan beragam cara mulai dari dibakar, digoreng, dikukus, dipepes, dipanggang atau direbus.
Beberapa ikan juga dapat dikonsumsi mentah seperti santapan khas negeri Sakura, sushi dan sashimi. Namun, untuk mendapatkan segala manfaat yang dimiliki oleh ikan segar, serta rasa yang lezat, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli ikan.
Tentunya ikan yang segar adalah ikan yang masih hidup,dan bila kita harus berhadapan dengan ikan yang sudah mati dan harus menentkan kesegaran ikan tersebut,inilah beberapa informasi yang menjadi patokan ikan segar baik laut atau tawar.

1. Mata
Mata ikan harus cerah dan bersih. Jangan pilih ikan yang bermata buram atau sayu karena menandakan ikan sudah tak lagi segar.

2. Aroma
Jika ikan memiliki aroma aneh seperti busuk, asam atau sejenisnya, hal tersebut pertanda ikan sudah tak lagi segar. Ikan seharusnya beraroma segar atau beraroma laut seperti rumput laut. Jika Anda memilih ikan air tawar, pilih ikan yang tidak berbau amis.

3. Kulit
Saat memilih ikan dalam bentuk utuh, Anda juga harus memperhatikan kulitnya. Kulit ikan yang segar haruslah kencang, bersih dan berkilau seolah-olah ikan masih hidup. Warna kulit memang tidak selalu menjadi indikator kondisi ikan segar atau mulai mengalami proses pembusukan, karena banyak varietas ikan yang warnanya akan memudar segera setelah kematian.

4. Perut 
Perhatikan pula area perut ikan. Perut ikan harus tegang, tidak bengkak atau cekung. Area perut yang buncit atau keriput menunjukkan bahwa enzim pencernaan yang terdapat pada usus ikan telah dipecah dan bisa mempengaruhi rasa dagingnya.


Info dari Viva Food

Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

“ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

Followers