Ikan Sidat,Bisa Di Budidaya Petani Ikan

Pernah mendengar ikan sidat? Makhluk laut yang berasal dari lautan dalam ini merupakan ikan yang memiliki tubuh menyerupai ular. Belut? Berbeda. Ini ikan sidat.

Di Jepang, ikan sidat cukup terkenal. Dagingnya dianggap lezat dan memiliki kandungan vitamin yang sangat tinggi. Sehingga, banyak restoran-restoran Jepang yang menjadikan sidat sebagai menu andalan, seperti Kabyaki dan Unadon.

Sementara di Indonesia, ikan sidat masih terdengar asing di telinga. Apalagi manfaat-manfaatnya. Bentuknya yang bulat dan memanjang seperti belut atau ular membuatnya tidak terlalu menarik bagi masyarakat Indonesia. Itu yang menyebabkan tingkat konsumsi sidat terbilang rendah.

Menurut Rohkmin Dahuri, Kketua umum Masyarakat Akuakultur Indonesia, selain dagingnya yang lezat, sidat juga memiliki harga yang fantastis di pasar luar negeri.

"Untuk sidat yang masih benih (Glass eel) harganya US$7, atau setara Rp70.000 per ekor. Sedangkan per kilogramnya yang terdiri dari 5.000 benih bisa mencapai Rp350 juta," kata Rokmin, di acara Diskusi Peran Riset, Teknologi Budaya, dan Pemasaran Ikan Sidat di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis 20 Juni 2013.

Di pasar luar negeri, harga ikan sidat dewasa mencapai Rp70 juta per kilogram, sementara di pasar Indonesia harganya Rp1,2 juta per kilogram.

"Harga yang luar biasa mahal itu yang membuat ikan sidat lebih banyak diekspor, baik dalam bentuk benih atau yang sudah dewasa," kata Rokhmin.

Menurut Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu, kegiatan ekspor dapat membahayakan, karena nilai tambahnya tidak ada di Indonesia. Kalau negara ini mau menjadi besar, seharusnya dapat melihat ikan sidat sebagai peluang.

"Saya lebih menginginkan ikan sidat menjadi komoditas unggulan. Kenapa? Karena kebutuhan ikan sidat di pasar di Indonesia cukup tinggi, terutama untuk restoran-restoran Jepang," kata Rokhmin.


Glass Eel

Saat ini, pembibitan ikan sidat masih sangat sulit dilakukan. Banyak peneliti Jepang yang sudah menelitinya, namun tidak berhasil.

Menurut Iwan Eka Setiawan, Peneliti Biologi Kelautan BPPT, pembibitan ikan sidat sebenarnya bisa dilakukan, tapi pertumbuhannya sangat lama. Berbeda dengan pertumbuhan ikan sidat di alam bebas.

"Saat ini, untuk mendapatkan bibit ikan sidat masih dengan cara menangkapnya di lautan. Tak hanya itu, proses pembesaran dari bibit menjadi ikan dewasa juga masih cukup sulit," kata Iwan. (umi)

Memilih Ikan Segar Di Pasar


Olahan ikan selalu bisa menggugah selera. Rasanya lezat dan gurih serta memiliki protein dan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Untuk menyajikannya juga bisa dengan beragam cara mulai dari dibakar, digoreng, dikukus, dipepes, dipanggang atau direbus.
Beberapa ikan juga dapat dikonsumsi mentah seperti santapan khas negeri Sakura, sushi dan sashimi. Namun, untuk mendapatkan segala manfaat yang dimiliki oleh ikan segar, serta rasa yang lezat, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli ikan.
Tentunya ikan yang segar adalah ikan yang masih hidup,dan bila kita harus berhadapan dengan ikan yang sudah mati dan harus menentkan kesegaran ikan tersebut,inilah beberapa informasi yang menjadi patokan ikan segar baik laut atau tawar.

1. Mata
Mata ikan harus cerah dan bersih. Jangan pilih ikan yang bermata buram atau sayu karena menandakan ikan sudah tak lagi segar.

2. Aroma
Jika ikan memiliki aroma aneh seperti busuk, asam atau sejenisnya, hal tersebut pertanda ikan sudah tak lagi segar. Ikan seharusnya beraroma segar atau beraroma laut seperti rumput laut. Jika Anda memilih ikan air tawar, pilih ikan yang tidak berbau amis.

3. Kulit
Saat memilih ikan dalam bentuk utuh, Anda juga harus memperhatikan kulitnya. Kulit ikan yang segar haruslah kencang, bersih dan berkilau seolah-olah ikan masih hidup. Warna kulit memang tidak selalu menjadi indikator kondisi ikan segar atau mulai mengalami proses pembusukan, karena banyak varietas ikan yang warnanya akan memudar segera setelah kematian.

4. Perut 
Perhatikan pula area perut ikan. Perut ikan harus tegang, tidak bengkak atau cekung. Area perut yang buncit atau keriput menunjukkan bahwa enzim pencernaan yang terdapat pada usus ikan telah dipecah dan bisa mempengaruhi rasa dagingnya.


Info dari Viva Food

Menekan Beban Produksi Budidaya Ikan Mas

Setelah lama berkecimpung menjadi sub agen pakan ikan di cirata,selain persaingan dengan pemodal besar,juga selalu memikirkan kenaikan harga pakan yang kalau dilihat setiap bulan selalu naik.Bahkan petani dan sub agen sudah merasakan jenuh serta menilik usaha lainnya sebagai tambahan untuk menopang modal yang pas pasan.

Berbagai cara dilakukan untuk mengembangkan peternakan dengan harga pakan selangit memang sangat sulit dilakukan,
Antisipasi yang harus dilakukan agar hasilnya cukup berhasil dan menekan beban produksi yang tinggi,kami memberikan informasi yang mungkin bisa diikuti olaeh setiap peternak ikan mas,antara lain:

  1. Untuk mengantisipasi kerugian di ikan mas,sebaiknya setiap kolam diisi dengan berbagai macam ikan lainnya,seperti: nila merah atau gurame.Kenapa ikan tersebut yang disarankan? karena selain ikan tersebut harganya bagus,pembudidayaan bersama ikan mas akan membuat ikan tersebut cepat tumbuh dan tidak terlalu memakan pakan ikan yang diberikan.
  2. cobalah memakai pakan ikan yang bermutu tinggi,dengan protein yang dapat terserap lebih banyak oleh ikan.Bisa saja jenis protein tinggi tapi daya serap ke ikan sedikit,itu akan membuat hasil yang kurang bagus dalam panennya
  3. perhatikan kondisi cuaca,karena cuaca sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pemakaian pakan,disarankan bilamana kondisi cuaca buruk,segeralah mengecek kondisi ikan,bila terlihat kurang nafsu makan,sebaiknya pengurangan pamberian pakan dilakukan,karena bila ikan tidak makan ,maka pakan akan terbuang ke dasar kolam,dan akan menjadi racun bagi kolam tersebut.
  4. konsultasi dengan TS dari berbagai produsen pakan untuk mengecek kadar oksigen di daerah anda,biasanya petugas produsen pakan akan mau bila kita meminta bantuan
  5. Cobalah memberikan vitamin tambahan seperti Vit C serbuk yang ada di toko/produsen pakan
  6. Untuk hasil terbaik dalam pertumbuhan ikan,sebaiknya lakukan tahapan pemberian pakan dari jenis pakan-2m ,karena sebagian produsen pakan memberikan vitamin untuk ikan baby sebagai tambahan daya tahan tubuh untuk cuaca Dll,hingga -3 untuk pembesaran.
Untuk sebagian petani yang kami lihat,bahwa sebagian pakan ikan dikurangi jumlah pemberiannya dari biasanya 5x per hari menjadi 2-3x per hari.

semoga informasi diatas bisa membantu menekan biaya produksi dan menghasilkan hasil maksimal dimanapun anda berada.
Apabila ada tambahan informasi dan pengalaman.kami sangat mengapresiasi bila kita saling berbagi di kotak komentar.


Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

“ A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym Setiap saat dan s...

Followers